!!!

Followers

Monday, November 22, 2010

Kepada Para Suami

Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga dimulai dengan ijab-kabul.

Saat itulah yang halal bisa jadi haram, atau sebaliknya yang haram bisa jadi halal.

Demikianlah ALLAH telah menetapkan bahwa ijab-kabul walau hanya beberapa patah kata dan hanya beberapa saat saja, tapi ternyata bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. . . :-)

Saat itu terdapat mempelai pria, mempelai wanita, wali, dan saksi, lalu ijab-kabul dilakukan, sahlah keduanya sebagai suami-istri.

Status keduanya pun berubah, asalnya kenalan biasa tiba-tiba jadi suami,

asalnya tetangga rumah tiba-tiba jadi istri.

Orang tua pun yang tadinya sepasang, saat itu tambah lagi sepasang.

Karenanya, andaikata seseorang berumah tangga dan dia tidak siap serta tidak mengerti bagaimana memposisikan diri, maka rumah tangganya hanya akan menjadi awal berdatangannya aneka masalah.

Ketika seorang suami tidak sadar bahwa dirinya sudah beristri, lalu bersikap seperti seorang yang belum beristri, akan jadi masalah.

Dia juga punya mertua, itupun harus menjadi bagian yang harus disadari oleh seorang suami.

Setahun, dua tahun kalau ALLAH mengijinkan akan punya anak, yang berarti bertambah lagi status sebagai bapak.

Ke mertua jadi anak, ke istri jadi suami, ke anak jadi bapak.

Bayangkan begitu banyak status yang disandang yang kalau tidak tahu ilmunya justru status ini akan membawa mudharat.

Karenanya menikah itu tidak semudah yang diduga, pernikahan yang tanpa ilmu berarti segera bersiaplah untuk mengarungi aneka derita.

Kenapa ada orang yang stress dalam rumah tangganya?

Hal ini terjadi karena ilmunya tidak memadai dengan masalah yang dihadapinya.

♥●♥_◕_♥●♥

Begitu juga bagi wanita yang menikah, ia akan jadi seorang istri.

Tentu saja tidak bisa sembarangan kalau sudah menjadi istri, karena memang sudah ada ikatan tersendiri.

Status juga bertambah, jadi anak dari mertua, ketika punya anak jadi ibu.

Demikianlah, ALLAH telah menyetingnya sedemikian rupa, sehingga suami dan istri, keduanya mempunyai peran yang berbeda-beda.

Tidak bisa menuntut emansipasi, karena memang tidak perlu ada emansipasi,

yang diperlukan adalah saling melengkapi.

Seperti halnya sebuah bangunan yang menjulang tinggi, ternyata dapat berdiri kokoh karena adanya prinsip saling melengkapi.

Ada semen, bata, pasir, beton, kayu, dan bahan-bahan bangunan lainnya lalu bergabung dengan tepat sesuai posisi dan proporsinya sehingga kokohlah bangunan itu.

♥●♥_◕_♥●♥

Sebuah rumah tangga juga demikian, jika suami tidak tahu posisi, tidak tahu hak dan kewajiban, begitu juga istri tidak tahu posisi, anak tidak tahu posisi, mertua tidak tahu posisi,

maka akan seperti bangunan yang tidak diatur komposisi bahan-bahan pembangunnya, ia akan segera ambruk tidak karu-karuan.

Begitu juga jika mertua tidak pandai-pandai jaga diri, misal dengan mengintervensi langsung pada manajemen rumah tangga anak, maka sang mertua sebenarnya tengah mengaduk-aduk rumah tangga anaknya sendiri.

Seorang suami juga harus sadar bahwa ia pemimpin dalam rumah tangga.

ALLAH SWT berfirman, "Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita, karena ALLAH telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka…" (Q.S. An-Nissa [4]: 34).

Dan seorang pemimpin hanya akan jadi pemimpin jika ada yang dipimpin.

Artinya, jangan merasa lebih dari yang dipimpin.

Seperti halnya presiden tidak usah sombong kepada rakyatnya, karena kalau tidak ada rakyat lalu mengaku jadi presiden, bisa dianggap orang gila. Makanya, presiden jangan merendahkan rakyat, karena dengan adanya rakyat dia jadi presiden.

Sama halnya dengan kasus orang yang menghina tukang jahit, padahal bajunya sendiri dijahit, "Hmm, tukang jahit itu pegawai rendahan".

Coba kalau bajunya tidak dijahitkan oleh tukang jahit, tentu dia akan kerepotan menutup auratnya.

Dia dihormati karena bajunya diselesaikan tukang jahit.

Lain lagi dengan yang menghina tukang sepatu, "Ah, dia mah cuma tukang sepatu".

Sambil dia kemana-mana bergaya memakai sepatu. aneh bukan???

♥●♥_◕_♥●♥

Tidak layak seorang pemimpin merasa lebih dari yang dipimpin, karena status pemimpin itu ada jikalau ada yang dipimpin. Misalkan, istrinya bergelar master lulusan luar negeri sedangkan suaminya lulusan SMU, dalam hal kepemimpinan rumah tangga tetap tidak bisa jadi berbalik dengan istri menjadi pemimpin keluarga.

Dalam kasus lain, misalkan, di kantornya istri jadi atasan, suami kebetulan stafnya, saat di rumah beda urusannya. Seorang suami tetaplah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Oleh karena itu, bagi para suami jangan sampai kehilangan kewajiban sebagai suami.

Suami adalah tulang punggung keluarga, seumpama pilot bagi pesawat terbang, nakhoda bagi kapal laut, masinis bagi kereta api, sopir bagi angkutan kota, atau sais bagi sebuah delman.

Demikianlah suami adalah seorang pemimpin bagi keluarganya.

Sebagai seorang pemimpin harus berpikir bagaimana nih mengatur bahtera rumah tangga ini mampu berkelok-kelok dalam mengarungi badai gelombang agar bisa mendarat bersama semua awak kapal lain untuk menepi di pantai harapan, suatu tempat di akhirat nanti, yaitu surga.^_^

Karenanya seorang suami harus tahu ilmu bagaimana mengarungi badai, ombak, relung, dan pusaran air, supaya selamat tiba di pantai harapan.

Tidak ada salahnya ketika akan menikah kita merenung sejenak, "Saya ini sudah punya kemampuan atau belum untuk menyelamatkan anak dan istri dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga bisa kembali ke pantai pulang nanti?!". Karena menikah bukan hanya masalah mampu cari uang, walau ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting.

Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat, tapi ternyata tidak shalat, sungguh sangat merugi.

Ingatlah karena kalau sekedar cari uang, harap tahu saja bahwa garong juga tujuannya cuma cari uang, lalu apa bedanya dengan garong?!

Hanya beda cara saja, tapi kalau cita-citanya sama, apa bedanya?

Buat kita cari nafkah itu termasuk dalam proses mengendalikan bahtera.

Tiada lain supaya makanan yang jadi keringat statusnya halal, supaya baju yang dipakai statusnya halal, atau agar kalau beli buku juga dari rijki yang statusnya halal.

Hati-hatilah, walaupun di kantong terlihat banyak uang, tetap harus pintar-pintar mengendalikan penggunaannya, jangan sampai asal main comot.

Seperti halnya ketika mancing ikan di tengah lautan, walaupun nampak banyak ikan, tetap harus hati-hati, siapa tahu yang nyangkut dipancing ikan hiu yang justru bisa mengunyah kita, atau nampak manis gemulai tapi ternyata ikan duyung. hoho

Ketika ijab kabul, seorang suami harusnya bertekad, "Saya harus mampu memimpin rumah tangga ini mengarungi episode hidup yang sebentar di dunia agar seluruh anggota awak kapal dan penumpang bisa selamat sampai tujuan akhir, yaitu surga".

Bahkan jikalau dalam kapal ikut penumpang lain, misalkan ada pembantu, ponakan, atau yang lainnya, maka sebagai pemimpin tugasnya sama juga, yaitu harus membawa mereka ke tujuan akhir yang sama, yaitu surga.

ALLAH Azza wa Jalla mengingatkan kita dalam sabdanya, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…" (Q.S. At Tahriim [66]:6).

♥●♥_◕_♥●♥

Kepada pembantu jangan hanya mampu nyuruh kerja saja, karena kalau saja dulu lahirnya ALLAH tukarkan,

majikan lahir dari orang tua pembantu, dan pembantu lahir dari orang tua majikan,

maka si majikan yang justru sekarang lagi ngepel.

Pembantu adalah titipan ALLAH, kita harus mendidiknya dengan baik,

kita sejahterakan lahir batinnya, kita tambah ilmunya, mudah-mudahan orang tuanya bantu-bantu di kita,

anaknya bisa lebih tinggi pendidikannya, dan yang terpenting lagi lebih tinggi akhlaknya.

Inilah pemimpin ideal, yaitu pemimpin yang bersungguh-sungguh mau memajukan setiap orang yang dipimpinnya. Siapapun orangnya didorong agar menjadi lebih maju.

♥●♥_◕_♥●♥

Semua itu Tidak Sama

Semua itu tidak sama Akhi.. Semua itu tidak sama Ukhti..

Iya, setiap orang bebas mengungkapkan pendapatnya yang menurutnya ia Benar. Tapi, semua itu tidaklah sama.

Opini masyarakat yang telah terbentuk dan melekat seolah menjadi sebuah paradigma bahkan mitos yang turun-temurun bahwa pengalaman selalu menjadi guru yang terbaik. Walau terkadang sejarah pun pernah menceritakan hal yang tidak sejalan dengan paradigma dari opini masyarakat yang telah terbentuk dari sekian waktu dan sekian generasi temurun.

Hampir mayoritas masyarakat kerapkali mengetahui paradigma-paradigma bentukan hingga menjadi mitos yang kerap mempengaruhi pola pikir seseorang dalam menyikapi sesuatu. Aspek tersebut baik dari suku etnis tertentu jika disandingkan dengan etnis lainnya, sisi zodiak, sisi adat maupun budaya yang hingga sebagian terbentuk menjadi nilai keluhuran dalam suatu masyarakat. Boleh jadi hal tersebut jika disepadankan dengan unsur agama boleh jadi bernilai tidak syar’i. Wallahu a’lam.

kesemuanya itu saya menyebutnya hal ini dengan ”semua itu tidak sama”.

Berikut sedikit penjabaran temuan analisis yang saya temukan dilihat dari berbagai aspek kehidupan.

Hampir sebagian umum masyarakat mengatakan manusia mengkonsumsi makanan yang baik & umum adalah 3x sehari. Apakah cukup benar pola makan itu yang terbaik?

Ternyata, semua itu tidak sama..

Pola Makan Terbaik, Dua Kali Sehari

http://matanews.com/2010/03/21/pola-makan-terbaik-dua-kali-sehari/

Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya terkait pola makan yang baik itu adalah:

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

Di dalam Al-qur’an pun menjelaskan :

… Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf [7]: 31)

Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan). (Muttafaq Alaih)

Rata-rata waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa sekitar 8 jam per hari. Kalau jumlah ini tidak dipenuhi, setiap kekurangan waktu tidur akan menjadi utang. Dan utang, tentu akan menjadi beban bagi tubuh. Untuk melunasinya bisa dengan menyiasati waktu tidur.

Ternyata, Semua itu tidak sama.

Teori tidur 8 jam yang selama ini kita kenal tidak sepenuhnya benar. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang yang hanya tidur 4-5 jam sehari, bisa tetap sehat, energik, dan tidak terlihat seperti orang yang kurang tidur. Bahkan National Sleep Foundation (NSF) menemukan fakta bahwa 74 persen orang dewasa Amerika hanya tidur beberapa malam dalam sepekan, 39 persen di antaranya tidur kurang dari 7 jam tiap malam, walaupun juga lebih dari 37 persen mengantuk sepanjang hari hingga akhirnya mengganggu aktivitas seharian.

Tapi, Semua itu tidak sama.

“Bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat”.(Muttafaq `alaih)

Mandi Malam Bukan Penyebab Rematik

mandi malam hari dengan air dingin tidak akan menyebabkan rematik. Bahwa rematik adalah penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia juga ternyata pandangan yang salah. fakta-fakta lain seputar penyakit rematik yang dirangkum oleh para ahli dari Pfizer dengan membaca artikel ini.

http://health.kompas.com/read/2010/11/12/11090894/Mandi.Malam.Bukan.Penyebab.Rematik

Kaya = Bahagia

Mendapatkan banyak uang dan membuat seseorang lebih kaya, belum tentu membuat yang bersangkutan bahagia. Berdasarkan penelitian dari University of Warwick dan Cardiff University, Inggris Raya menemukan bahwa kebahagiaan seseorang ternyata tergantung pada tingkat sosialnya. Hasil penelitian itu menunjukkan, jika seseorang pendapatannya meningkat itu belum tentu membuatnya bahagia jika tak mengubah posisi sosialnya. Untuk membuatnya bahagia, pendapatan itu harus menjadikannya lebih kaya dari rekan-rekannya atau para tetangganya.

"Seseorang dengan pendapatannya 1 juta dolar AS (sekitar Rp 920 juta) setahun belum tentu bahagia jika ia tahu temannya berpendapatan 2 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar) setahun," ujar Chris Boyce, peneliti dari University of Warwick, yang meneliti masalah itu. Hasil penelitian itu menunjukkan, jika seseorang pendapatannya meningkat itu belum tentu membuatnya bahagia jika tak mengubah posisi sosialnya. Untuk membuatnya bahagia, pendapatan itu harus menjadikannya lebih kaya dari rekan-rekannya atau para tetangganya.

Hasil penelitian itu menunjukkan, jika seseorang pendapatannya meningkat itu belum tentu membuatnya bahagia jika tak mengubah posisi sosialnya. Untuk membuatnya bahagia, pendapatan itu harus menjadikannya lebih kaya dari rekan-rekannya atau para tetangganya.

Hasil penelitian lain yang dipublikasikan pada 1 Juli 2010 menunjukkan hal yang mirip. Penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara itu menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia.

Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi tapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia.

http://www.andriewongso.com/artikel/aw_corner/3461/Kaya__Bahagia/

Semua itu tidak sama.

Yang lebih tua yang lebih bijak yang lebih berpengalaman..yang lebih benar??

Banyak Orang dewasa berkata bahwa semua orang yang lebih tua, tentunya lebih berpengalaman dan lebih bijak dalam menyikapi kehidupan. Walau mungkin hal tersebut ada benarnya,

Tapi, Semua itu tidak sama.

Sejarah telah mengungkapkan tidak semua seseorang yang lebih tua dan berpengalaman itu selalu benar hal ini dibuktikan oleh tokoh-tokoh besar dunia lalu seperti Albert Enstein yang saat kecil suka melamun. Menurut guru-gurunya di Jerman, Enstein akan gagal di bidang apapun, dan lebih baik tidak bersekolah. Namun Enstein berusaha hingga menjadi ilmuwan terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu pula, Winston Churchil, pahlawan Inggris dan salah seorang orator ulung yang lemah dalam banyak pekerjaan di sekolah, dan kalau berbicara ia cadel dan gagap. Selain itu,Thomas Alfa Edison yang memiliki 1033 hak patern, juga pernah dipukul gurunya karena banyak bertanya, sehingga dianggap mempermainkan sang guru. Edison sering dihukum, hingga ia akhirnya hanya bisa mengenyam pendidikan sekolah selama tiga bulan saja.Bukankah secara psikis setiap orang harus serta memiliki semangat pantang menyerah.

Kala itu Thomas Alva Edison sempat ditanya tentang ribuan kegagalannya, Thomas Alva Edison menjawab, “Saya tidak gagal, tapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu yang berhasil. Saya pasti sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Cobalah kita refleksikan pula pesan tersirat dari seorang Aa’ Gym itu sendiri dalam kesaksiannya tentang kedewasaan dalam menyikapi sesuatu.

Titik balik Aa’ Gym

Curhat Aa’ Gym tentang adik kandungnya yang juga merupakan titik balik Aa’Gym:

http://www.youtube.com/watch?v=TPy2XnbbibM&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=5kGQ-zO2nmQ&feature=related

Curhat Aa’gym tentang perubahan titik balik dirinya :

http://www.youtube.com/watch?v=gkzXcoX9w1A&feature=related

Yang berpendidikan itu lebih cerdas, lebih sukses dan lebih terhormat

Hampir semua manusia (orang bijak) di muka bumi ini sepakat berpendapat Pendidikan itu sangatlah penting. Namun, Tidak sedikit pula sebagian besar manusia di muka bumi ini yang beranggapan bahwa dengan orang yang memiliki Strata Pendidikan tersebut memiliki output jauh lebih cerdas, jauh lebih sukses (berhasil) dan jauh lebih terhormat..

Hmmfft..Semua itu tidak sama Akhi.. Semua itu tidak sama Ukhti...

Walaupun Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan ini, namun semua itu tidaklah menentukan bahwa seseorang tersebut pasti akan jauh lebih cerdas, jauh lebih sukses dan tentunya jauh lebih terhormat..

Mari kita berselancar menjelajahi pembuktikan paradigma yang sudah melekat ini..di mata masyarakat ini bahwa Yang berpendidikan itu lebih cerdas dan lebih sukses??

Pembuktian ini bukanlah mencari pembenaran, melainkan mengkaji penemuan bahwa semua itu tidaklah harus selalu sama dengan apa yang kita pikirkan...

Seperti kita ketahui, semua orang tua pastinya menginginkan anak-anak mereka untuk berhasil dalam hidup; Itu sebabnya orangtua yang bijak sudah selayaknya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Namun, terlepas dari keberhasilan atau tidak, kita kembalikan kembali dari potensi pola berpikir,kemampuan berusaha dengan sungguh-sungguh, memiliki ide dan tindakan kreatif, inovatif dan bertindak cepat dalam memutuskan masalah bagi sang anak hingga ia tumbuh menjadi dewasa sesuai dengan apa yang telah sang anak lakukan selama hidupnya hingga tumbuh dewasa.

Jika anda percaya bahwa gelar, ijazah, atau pendidikan tinggi bisa selalu menghantarkan anda pada kesuksesan dan kekayaan. Ternyata, sejarah pun telah menorehkan pembuktiannya bahwa masih terdapat sekumpulan orang yang tanpa harus memiliki pendidikan yang tinggi ia bisa meraih kecerdasan dan kesuksesan dalam hidup ini, mereka diantaranya adalah Bob Sadino (pengusaha agribisnis), Theresia Widia Soerjaningsih (rektor Ubinus), Purdi E. Chandra (grup Primagama), Sofia Achmad (direct seller), Andrie Wongso (pengusaha dan motivator), Ida Kuraeny (top agen asuransi dan public speaker), Liem Lie Sia (top agen asuransi dan public speaker), Lisa Kuntjoro (top agen asuransi), Sunarno (leader MLM), Gede Prama (inspirator dan public speaker), dan Billi P.S. Lim (motivator).

Purdi E. Chandra, Direktur Utama Yayasan Primagama mengungkapkan bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja. Cerdas di lapangan, di jalanan.

Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia terkadang tidak berani menentang teori. Seolah menjadi robot. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa mendatang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Ujarnya.

Yang lebih berpendidikan, lebih terhormat???

Sejarah di Indonesia pun telah membuktikan bahwa seseorang yang berpendidikan tidak semua terhormat maupun terpandang baik di sisi pandangan manusia maupun Alloh SWT. Wallahu a’lam.

Berapa banyak koruptor yang telah memiliki Pendidikan tinggi namun saat ini mengenyam pendidikan di balik jeruji. Bahkan seorang yang hafidz qur’an pun sekalipun..tanpa ada maksud menggurui ataupun membuka aib..semoga semua hal ini bisa menjadi ibroh bagi kita semua..bahwa sesungguhnya dalam hidup ini tidak ada manusia yang sempurna dan harus selalu sejalan dengan apa yang kebanyakan orang pikirkan..Saya menyebutnya hal ini, Semua itu tidak sama

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/09/brk,20060109-72029,id.html

http://www.detiknews.com/read/2005/06/26/181716/390013/10/said-agil-dikunjungi-6-anaknya?nd993303605

Bukankah sesungguhnya tingkat kecerdasan dan kesuksesan seseorang ditentukan pula oleh gaya (pola) berpikir seseorang tersebut??? Pada saat seseorang melakukan sesuatu tindakan tentunya akan didasari dari cara seseorang tersebut berpikir. Hasil dari tindakan seseorang tersebut menyatakan buah dari pemikiran seseorang. Dari situlah sesungguhnya letak pentingnya bagaimana cara berpikir yang baik dan benar. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita sanggup memaksimalkan cara berpikir kita sebagai suatu anugerah yang sangat besar..

Pernahkah pula kita mengamati bagaimana gaya berpikir orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepanjang sejarah??

Sedikit ilustrasi, Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru. Jadi, lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain.

Albert Einstein ketika memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

Thomas Alva Edison yang memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dilain hal berbeda, dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat. Yang terpenting adalah Produktivitas.

Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari sebuah ke”kreatifan”.

Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-komponen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

Akhi & Ukhti..Semua permasalahan & kejadian tidaklah harus selalu diselesaikan dengan cara yang sama pula. Kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam kehidupan tidaklah selalu ditentukan dari pengalaman dan kenangan akan prestasi yang pernah ia raih. Melainkan berpikirlah dengan cara yang cerdas..karena,

Semua itu tidak sama

Let’s we’re think out of the box.

Semoga semua ini dapat menjadi hikmah bagi kita semua. Aku menyebutnya substansi hal ini bahwa Semua itu tidak sama.

***************

"Seberapa besar kesuksesan Anda bisa diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, setinggi apa mimpi-mimpi Anda, dan bagaimana Anda memperlakukan kekecewaan dalam hidup Anda.” Robert Kiyosaki, motivator asal Amerika Serikat"

"Perlu 20 tahun untuk membangun reputasi dan cukup 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir tentang hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.” Warren Buffett, investor dan pengusaha Amerika Serikat"

""Tanpa terus-menerus tumbuh dan berkembang, kata-kata seperti kemajuan, prestasi, dan sukses tak punya arti apa-apa.” Benjamin Franklin (1706—1790), ilmuwan, filsuf, penulis, dan penemu asal Amerika Serikat"

""Hidup tidak akan hidup jika Anda tidak membuat kesalahan.” Joan Collins, artis Inggris"

""Jangan biarkan keadaan mengontrolmu. Kamulah yang mengontrol keadaan.” Jackie Chan, aktor laga asal Hong Kong"

""Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan.” Lao Tzu (600–531 SM), filsuf asal China"

"Kita sering berpikir terlalu sempit, seperti katak di dasar sumur yang mengira langit itu hanya sebesar lubang atas sumur. Jika katak itu muncul ke permukaan, dia akan melihat pemandangan yang berbeda.” Mao Tse-Tung (1893–1976), tokoh terkemuka China"

"Inovasilah yang membedakan seorang pemimpin dan pengikutnya." Steve Jobs, pengusaha Amerika Serikat, pendiri Apple "

"Yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah bukan karena yang satu memiliki kemampuan dan ide lebih baik, tapi karena dia berani mempertaruhkan ide, menghitung risiko, dan bertindak cepat." Andre Malraux (1901-1976), sejarawan Prancis"

* Ketika kita merasa berjasa sedang orang lain merasa terhinakan, itu pertanda kita tengah gagal. Sukses itu juga diukur lewat kebersamaan ”Aa’ Gym”

* Tanda orang sukses itu adalah ketika ia diberi sesuatu (baik berupa kesempitan ataupun kelapangan) selalu membuatnya semakin dekat dengan Allah. ”Aa’ Gym”

* Orang yang sukses sejati adalah orang yang terus menerus berusaha membersihkan hati. ”Aa’ Gym”

* Dua upaya yang harus kita lakukan untuk mencapai kesuksesan, yaitu mencari dan memperbaiki kekurangan diri, serta menggali ilmu untuk meneladani Rasulullah. ”Aa’ Gym”

* Tatkala ujian kesusahan membuat kita bermaksiat kepada Allah, maka ujian itu menjadi musibah karena kita gagal dan salah menyikapinya. ”Aa’ Gym”

kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna spritual terhadap pemikiran, perilaku, dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ, dan SQ secara komprehensif. (Ary Ginanjar)

melakukan apa yang diketahui jauh lebih penting dibanding mengetahui banyak hal tanpa aksi. ”Ahmad Zamhari Hasan, Penggagas & Pengelola Kuliah Alternatif Online (KAO)”

“Sungguh kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan.” (Qs. at-Tîn; 4)

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)



"Manusia hidup dengan tindakan, bukan dengan gagasan.” Anatole France (1844-1924), penulis Prancis"

"Saya tidak pernah khawatir dengan tindakan apa pun, saya hanya cemas dengan tindakan yang lamban." Winston Churchill (1874-1965), Perdana Menteri Inggris semasa Perang Dunia II

"Kecerdasan tanpa ambisi bagaikan burung tanpa sayap." Salvador Dal

"Banyak orang takut mengatakan apa yang mereka inginkan. Itulah mengapa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan." Madonna, penyanyi dan aktris Amerika Serikat

BUAT SAHABATKU.......

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum…………… Apa khabarmu disana ……………….. Salam kerinduan fillah sebagai pembuka tirai………… Semoga dirimu sahabat , sentiasa di bawah lembayung rahmat serta taufik Ilahi…..

Buat renungan diri ini serta sahabatku fillah, Semalam nan berlalu sukar digamit lagi, Hari ini suatu realitas, Andai hadirnya esok, Pastinya bersulamkan rantaian suci………….

MAAL HIJRAH…….. telah jauh kita tinggalkan, setiap hari yang berlalu menagih suatu perubahan bagi diri ini lalu ia mengundang suatu gelanggang mujahadah yang maha hebat agar tersahut menuju Allah. Sejenak…… sayup-sayup suatu perasaan menerjang sanubari betapa ibanya diri ini andainya hadirnya maal hijrah ini adalah kali terakhir buat diri kita ini………. Pastinya detik-detik kematian kan menjelma menghampiri diri ini seiring dengan gagahnya malaikat Izrail dengan izin tuhan mencabut nyawa, Malaikat Raqib & 'Atid sibuk dengan komputernya menghitung amalan kita, Malaikat Mungkar dan Nakir sibuk dengan set perakam videonya memperlihatkan segala rutin diari kita……..

Buat renungan diri ini dan sahabat fillah…………. Ingatlah……. Dunia ini hanya tempat persinggahan permainan suatu persembahan pentas kehidupan segala penipuan serta kepura-puraan………..

Sahabat……… rinduilah akhirat nan kekal abadi pasti tersIRAT sinar kebahagiaan serta keriangan sejati……….

Dilautan dunia ini, badai-badai cobaan senantiasa menjenguk diri tanpa jemu, menggamit hati serta sanubari, lantaran nafsu dan syaitan lah’natullah semakin bermaharajalela menghantui diri, agar tersisih dari ridhaNYA, lantas tercampaklah dalam kemurkaan ilahi……..na'udzubillah.

Buat renungan diri ini dan sahabat yang di kasihi fillah……. Sesekali Allah takkan memungkiri janji janjiNya…… Setiap kekurangan suatu cabaran……… Setiap kelemahan suatu ujian………. Pastinya sahabat, dirimu tegak menantang badai-badai dugaan ditengah-tengah lautan berapi, biarpun bahtera yang di layari patah sauhnya, biarkan dirimu semakin lemas terjepit antara bisikan syaitan……antara gamitan ilahi.

Sahabat, pastinya dirimu tetap utuh dan tetap kukuh seiring dengan rahmat dan kasih Ilahi Maha luas nan sejati…………. Marilah sahabat, andai di renungi setiap kegetiran cabaran nan menimpa para kekasih Allah, para auliya' Allah, begitu besar sekali mehnah perjuangan diri, betapa kerdil diri kita ini sebagai insan biasa kadangkala sekelumit cuma dugaan melanda, hati memberontak, dan jiwa meronta lantas pasrah bersangka buruk terhadap Ilahi. Zalimnya diri kita temanku, bertahun-tahun Allah naungi kita dengan kurnia rahmatNya dan limpah kasihNya. Cuma seketika Allah uji hati kita dan jiwa kita, lalu perasaan kita merintih menangisi betapa malang nasib diri ini…………

Mengapa???? Menjadi tanda tanya. Setelah nikmat kita kecapi, masih kita agih-agihkan yang mana boleh dan yang mana tidak boleh kita lakukan suruhan Ilahi. Sampai hati kita sahabat, membiarkan diri kita, hati kita, perasaan kita……..gersang ketandusan santapan rohani dan santapan nur kasih Ilahi. Menzalimi diri sendiri, membiarkan ia tercamapk dalam jurang Neraka jahannam nan sentiasa membara menanti mangsanya.

Buat renungan diri ini serta sahabat yang kukasihi dan di rahmati Ilahi..... ……andai diperlihatkan ahli-ahli neraka pada isi alam maya ini pasti akan mati kita…..karena terlalu ngeri keadaanya …. Marilah sahabat sama-sama kita menoreh langkah merindui……. Betapa syahdu lambaian syurga Ilahi, Betapa agung 'arash Ilahi, Betapa mulia gamitan ridha Ilahi, Betapa luas lautan keampunan Ilahi, Realitinya………………………… Betapa jelas kalimah Ilahi, kalam Nya tinggi, QahharNya tidak bertepi, hikmahnya Maha Jabbari……….. Marilah sahabat kita bersama-sama, bangun, beristiqamah diri, tetapkan pendirian, teguhkan hati dan iman, perjuangan diri serta nafsu agar tercapai nur maghfirah serta mardhiah Ilahi………. Memang terlalu derita jiwa terlalu lemah diri dalam pentarbiyahan, karena………… Syurga itu manis, maghfirah Allah itu luas dan derajat mukmin itu tinggi……………

BERMUJAHADAHLAH……….. Walaupun pada awalnya terlau pahit amat sukar tetapi itulah permulaan titik nur keinsafan, kudus bersulamkan jutaan mutiara nasihat, bicara hikmah, senandung pengajaran, puitis peringatan agar penyesalan tidak membelit , agar derajat insani tidak menyamai derajat hewan……… Maukah kita bertopengkan manusia tetapi berhatikan hewan, Mempunyai hati, tidak merenungi kebesaran Ilahi…………… Mempunyai mata tidak memerhatikan keindahan ciptaan Ilahi…… Mempunyai telinga, tidak mendengar peringatan Ilahi……….

Buat renungan diri ini dan sahabat di kasihi perjuangan fisabilillah……… Terlalu dhaif diri ini, terlalu hina jiwa ini, walau saban waktu mengalunkan kalimah Ilahi, mendengar serta meyakini Kitabul-izzati tapi masih lagi kita biarkan diri kita hanyut dibawa arus kebobrokan duniawi…………. Andainya kita terus berusaha berusaha mencari ridha Ilahi….. Disitulah terdapat pengampunan Ilahi nan Maha tinggi……… Andainya kita berputus asa menggapainya ………… Disitulah terdapat kemurkaan Ilahi nan Maha ngeri………….. Syaidina Ali .a berkata: "Andainya diri ingin kemesraan Ilahi, kamu hendaklah garang dengan nafsu kamu sendiri. Andainya kamu telah merasai manisnya bertemu Ilahi, pasti kamu akan merasai terlalu pahit berpisah denganNya."

Akhir kata……………. Marilah sahabat bersama-sama kita mengoreksi diri di bawah lembayung rahmat, rIdha serta nikmat Ilahi agar nur keimanan berlimpah sejuta karOmah serta barOkah.

Salam Persahabatan.

AYAH,TARIK TANGAN SAYA NI,KAKI SAYA TERLEKAT..

Hairan saya melihat beberapa orang kampung berkumpul di kedai pada tengah hari itu.

I September 1994.

Serius mereka berbual hingga dahi berkerut-kerut.

Lepas seorang bercerita yang lain menggeleng - gelengkan kepala.

Pasti ada sesuatu yang ‘besar’ sedang mereka bincangkan,

kata saya di dalam hati.

Setelah injin motosikal di matikan, saya berjalan ke arah mereka.

” Bincang apa tu ?

Serius aku tengok,” saya menyapa.

” Haaa… Din, kau tak pergi tengok budak perempuan tak boleh keluar dari kubur emak dia ?”

kata Jaimi, kawan saya.

” Budak perempuan ?

Tak boleh keluar dari kubur ?

Aku tak fahamlah,” jawab saya.

Memang saya tak faham kerana lain benar apa yang mereka katakan itu.

” Macam ni,” kata Jaimi, lalu menyambung, ”

di kubur kat kampung Batu 10 tu,

ada seorang budak perempuan tolong kebumikan emak dia,

tapi lepas itu dia pula yang tak boleh keluar dari kubur tu.

Sekarang ni orang tengah nak keluarkan dia… tapi belum boleh lagi “.

” Kenapa jadi macam tu ? ”

saya bertanya supaya Jaimi bercerita lebih mendalam.

Patutlah serius sangat mereka berbual..

Jaimi memulakan ceritanya...

Kata beliau, memandangkan semalam adalah hari kelepasan semperna Hari Kebangsaan,

budak perempuan berumur belasan tahun itu meminta wang daripada ibunya untuk keluar bersama kawan-kawan ke Bandar Sandakan.

Bagaimana pun,

ibunya yang sudah berusia dan sakit pula enggan memberikannya wang.

” Bukannya banyak, RM 20 aja mak !” gadis itu membentak.

” Mana emak ada duit. Mintak dengan bapa kamu,” jawab ibunya, perlahan.

Sambil itu dia mengurut kakinya yang sengal.

Sudah bertahun-tahun dia mengidap darah tinggi,

lemah jantung dan kencing manis.

” Maaak… kawan-kawan semuanya keluar.

Saya pun nak jalan jugak,” kata gadis itu.

” Yalah, mak tau… tapi mak tak ada duit,” balas ibunya.

” RM 20 aja !” si gadis berkata.

” Tak ada ,” jawab ibunya.

” Emak memang kedekut !” si gadis mula mengeluarkan kata-kata keras.

” Bukan macam tu ta…” belum pun habis ibunya menerangkan,

gadis tersebut menyanggah, katanya,

” Ahhh… sudahlah emak ! Saya tak mau dengar ! ”

” Kalau emak ada du… ” ibunya menyambung ,

tapi belum pun habis kata-katanya,

si gadis memintas lagi,

katanya ; ” kalau abang, boleh, tapi kalau saya minta duit, mesti tak ada !”

Serentak dengan itu, gadis tersebut menyepak ibunya dan menolaknya ke pintu.

Si ibu jatuh ke lantai .

” Saida.. Sai.. dddaaa..” katanya perlahan sambil mengurut dada.

Wajahnya berkerut menahan sakit.

Gadis tersebut tidak menghiraukan ibunya yang terkulai di lantai.

Dia sebaliknya masuk ke bilik dan berkurung tanda protes.

Di dalam bilik, di balingnya bantal dan selimut ke dinding.

Dan Sementara diluar, suasana sunyi sepi.

Hampir sejam kemudian, barulah gadis tersebut keluar.

Alangkah terkejutnya dia kerana ibunya tidak bergerak lagi.

Bila di pegang ke pergelangan tangan dan bawah leher , tidak ada lagi nadi berdenyut.

Si gadis panik.

Dia meraung dan menangis memanggil ibunya, tapi tidak bersahut.

Meraung si gadis melihat mayat ibunya itu.

Melaui jiran-jiran, kematian wanita itu di beritahu kepada bapa gadis yang bekerja di luar.

Jaimi menyambung ceritanya ;

” Mak cik tu di bawa ke kubur pukul 12.30 tadi.

Pada mulanya tak ada apa-apa yang pelik,

tapi bila mayatnya nak di masukkan ke dalam kubur,

ia jadi berat sampai dekat 10 orang pun tak terdaya nak masukkannya ke dalam kubur.

Suaminya sendiri pun tak dapat Bantu.

” Tapi bila budak perempuan tu tolong,

mayat ibunya serta-merta jadi ringan.

Dia seorang pun boleh angkat dan letak mayat ibunya di tepi kubur.”

Kemudian gadis berkenaan masuk ke dalam kubur untuk menyambut jenazah ibunya.

Sekali lagi beramai-ramai penduduk kampung mengangkat mayat tersebut dan menyerahkannya kepada gadis berkenaan.

Tanpa bersusah payah, gadis itu memasukkan mayat ibunya ke dalam lahad.

Namun apabila dia hendak memanjat keluar dari kubur tersebut,

tiba-tiba kakinya tidak boleh di angkat .

Ia seperti di paku ke tanah.

Si gadis mula cemas.

” Kenapa ni ayah ?” kata si gadis.

Wajahnya serta-merta pucat lesi.

” Apa pasal,” Si ayah bertanya.

” Kaki Saida ni.. tak boleh angkat !” balas si gadis yang kian cemas.

Orang ramai yang berada di sekeliling kubur mula riuh.

Seorang demi seorang menjenguk untuk melihat apa yang sedang berlaku.

” Ayah, tarik tangan saya ni.

Kaki saya terlekat… tak boleh nak naik,” gadis tersebut menghulurkan tangan ke arah bapanya.

Si bapa menarik tangan anaknya itu, tetapi gagal.

Kaki gadis tersebut melekat kuat ke tanah.

Beberapa orang lagi di panggil untuk menariknya keluar, juga tidak berhasil.

” Ayah… kenapa ni ?? !!

Tolonglah Saida , ayah..” si gadis memandang ayah dan

adik-beradiknya yang bertinggung di pinggir kubur.

Semakin ramai orang berpusu ke pinggir kubur.

Mereka cuba menariknya beramai-ramai namun sudah ketentuan Allah,

kaki si gadis tetap terpasak di tanah.

Tangisannya bertambah kuat.

” Tolong saya ayah, tolong saya…

kenapa jadi macam ni ayah?”

kata si gadis sambil meratap.

” Itulah, kamu yang buat emak sampai dia meninggal .

Sekarang ayah pun tak tau nak buat macam mana,”

jawab si ayah selepas gagal mengeluarkan anaknya itu.

Dia menarik lagi tangan gadis yang berada di dalam kubur tapi tidak berganjak walau seinci pun. Kakinya tetap terpahat ke tanah.

” Emak… ampunkan Saida emak, ampunkan Saida…” gadis itu menangis .

Sambil itu di peluk dan di cium jenazah.

Air matanya sudah tidak boleh di empang lagi.

” Maafkan Saida emak,

maafkan , Saida bersalah, Saida menyesal…

Saida menyesal..

Ampunkan Saida emak,” dia menangis lagi sambil memeluk jenazah ibunya yang telah kaku.

Kemudian gadis itu menghulurkan lagi tangannya supaya boleh ditarik keluar.

Beramai-ramai tangannya supaya boleh di tarik keluar.

Beramai-ramai orang cuba mengeluarkannya namun kecewa.

Apabila terlalu lama mencuba tetapi gagal,

imam membuat keputusan bahawa kubur tersebut perlu dikambus.

” Kita kambus sedikit saja,

sampai mayat ibunya tak dapat di lihat lagi.

Kita tak boleh biarkan mayatnya macam tu aja…

kalau hujan macam mana ? ” kata imam kepada bapa gadis berkenaan.

” Habis anak saya ?” tanya si bapa.

” Kita akan terus cuba tarik dia keluar.

Kita buat dua-dua sekali,

mayat isteri awak di sempurnakan,

anak awak kita selamatkan,” balas imam.

Lelaki berkenaan bersetuju.

Lalu seperti yang di putuskan,

upacara pengebumian terpaksa di teruskan sehingga selesai, termasuk talkinnya.

Bagaimana pun kubur di kambus separas lutut gadis saja,

cukup untuk menimbus keseluruhan jenazah ibunya.

Yang menyedihkan , ketika itu si gadis masih di dalam kubur.

Bila talking di baca, dia menangis dan meraung kesedihan.

Sambil itu dia meminta ampun kepada ibunya dengan linangan air mata.

Selesai upacara itu, orang ramai berusaha lagi menariknya keluar.

Tapi tidak berhasil.

” Bila dah lama sangat, aku balik kejap untuk makan.

Dah lapar sangat.

Lepas itulah aku singgah ke kedai ni.

Lepas ni aku nak ke kubur lagi.

Nak tengok apa yang terjadi,” kata Jaimi.

” Aku pun nak pergilah,” kata saya.

Lalu kami semua menunggang motosikal masing-masing menuju ke kubur.

Kami lihat orang ramai sudah berpusu-pusu di sana.

Beberapa buah kereta polis juga kelihatan di situ.

Saya terus berjalan pantas menuju kubur yang di maksudkan dan

berusaha menyusup ke celah-celah orang ramai yang sedang bersesak-sesak.

Setelah penat berusaha,

akhirnya saya berjaya sampai ke barisan paling hadapan.

Malangnya saya tidak dapat melihat gadis tersebut kerana di depan kami telah di buat kepungan tali. Kubur itu pula beberapa puluh meter daripada kami dan

terlindung oleh kubur serta pokok-pokok rimbun.

Di dalam kepungan itu, anggota-anggota polis berkawal dengan senjata masing-masing.

Nasib saya memang baik hari itu.

Dua tiga orang daripada polis berkenaan adalah kenalan saya.

” Pssstt… Raie… Raie.. Psstt,” saya memanggil ,

Raie yang perasan saya memanggilnya mengangkat tangan.

” Boleh aku tengok budak tu ?” saya bertanya sebaik saja dia datang ke arah saya.

” Mana boleh .

Keluarga dia aja yang boleh,” jawabnya perlahan-lahan seperti berbisik.

Sambil itu dia menjeling ke kiri dan kanan khuatir ada orang yang tahu.

” Sekejap aja.

Bolehlah…”saya memujuk.

Alhamdulillah, setelah puas di pujuk dia mengalah.

Tanpa berlengah, saya mengusup perlahan-lahan dan

berjalan beriringan dengan Raie seolah-olah tidak melakukan apa-apa kesalahan.

Namun demikian dada saya berdebar kencang.

Pertama ,risau, takut di halau keluar.

Kedua ; tidak sabar hendak melihat apa yang sedang berlaku kepada gadis berkenaan.

Selepas meredah kubur-kubur yang bertebaran,

akhirnya saya sampai ke pusara yang di maksudkan.

Di pinggir kubur itu berdiri dua tiga orang polis memerhatikan kedatangan saya.

Raie mendekati mereka dan berbisik-bisik.

Mungkin dia merayu supaya saya tidak di halau.

Alhamdulillah, saya lihat seorang polis yang berpangkat mengangguk-angguk.

Raie terus memanggil saya lalu memuncungkan bibirnya ke arah sebuah kubur.

Bila di jenguk kedalam , dada saya serta-merta terasa sebak.

Saya lihat gadis berkenaan sedang duduk di atas tanah kubur sambil menangis teresak-esak. Sebentar kemudian dia memegang tanah berhampiran lahad dan merintih ;

“Emak… ampunkanlah Saida, Saida sedar,

saida derhaka pada emak, Saida menyesal, Saida menyesal..”

Selepas mengesat air jernih yang terus berjejeran daripada mata yang bengkak,

gadis tersebut menangis lagi memohon keampunan daripada arwah ibunya.

” Emak… lepaskanlah kaki saya ni.

Ampunkan saya, lepaskan saya,”

Di tarik-tariknya kaki yang melekat di tanah namun tidak berhasil juga.

Saya lihat bapa dan adik-beradiknya menangis, di pinggir kubur.

Nyata mereka sendiri tidak tahu apa lagi yang hendak di buat untuk menyelamatkan gadis berkenaan.

” Sudahlah tu Saida… makanlah sikit nak ,”

rayu bapanya sambil menghulurkan sepinggan nasi juga segelas air.

Si gadis tersebut langsung tidak mengendahkan.

Malah memandang ke atas pun tidak.

Dia sebaliknya terus meratap meminta ampun daripada arwah ibunya.

Hampir menitis air mata saya melihat Saida .

Tidak saya sangka, cerita datuk dan nenek tentang anak derhaka kini berlaku di depan mata.

Begitu besar kekuasaan Allah.

Memang betullah kata para alim ulama, dosa menderhakai ibi bapa akan di balas ‘tunai’.

Malangnya saya tidak dapat lama di sana.

Cuma 10 - 15 minit saja kerana Raie memberitahu,

pegawainya mahu saya berbuat demikian.

Mahu tidak mahu , terpaksalah saya meninggalkan kubur tersebut.

Sambil berjalan kedengaran lagi Saida menangis dan meratap

” Ampunkan saya emak,

ampunkan saya saya, Ya Allah,

lepaskanlah kaki ku ini, aku bertaubat, aku insaf…”

Lantas saya menoleh buat kali terakhir.

Saya lihat bapa Saida dan adik beradiknya sedang menarik tangan gadis itu untuk di bawa keluar,

tapi seperti tadi, tidak berhasil.

Seorang polis saya lihat mengesatkan air matanya.

Semakin lama semakin ramai orang berhimpun mengelilingi perkuburan itu.

Beberapa kereta polis datang dan anggotanya berkawal di dalam

kepungan lengkap dengan senjata masing-masing.

Wartawan dan jurugambar berkerumun datang untuk

membuat liputan tetapi tidak di benarkan .

Mereka merayu bermacam-macam cara,

namun demi kebaikan keluarga gadis , permintaan itu terpaksa di tolak.

Matahari kian terbenam,

akhirnya tenggelam dan malam merangkak tiba.

Saida masih begitu.

Kaki terlekat di dalam kubur ibunya sementara dia tidak henti-henti meratap meminta keampunan. Saya pulang ke rumah dan malam itu tidak dapat melelapkan mata.

Suara tangisannya yang saya terngiang-ngiang di telinga.

Saya di beritahu ,sejak siang, tidak ada secebis makanan

mahupun minuman masuk ke tekaknya. Seleranya sudah mati.

Bapa dan adik beradiknya masih tetap di sisi kubur membaca al-Quran, Yassin dan berdoa.

Namun telah di sebutkan Allah,

menderhaka terhadap ibu bapa adalah dosa yang sangat besar.

Saida tetap tidak dapat di keluarkan.

Embun mula menitis.

Saida kesejukan pula.

Dengan selimut yang di beri oleh bapanya dia berkelubung.

Namun dia tidak dapat tidur.

Saida menangis dan merayu kepada Allah supaya mengampunkan dosanya.

Begitulah yang berlaku keesokannya.

Orang ramai pula tidak susut mengerumuni perkuburan itu.

Walaupun tidak dapat melihat gadis berkenaan tapi mereka

puas jika dapat bersesak-sesak dan mendengar orang-orang bercerita.

Setelah empat atau lima hari terperangkap, akhirnya Saida meninggal dunia.

Mungkin kerana terlalu lemah dan tidak tahan di bakar

kepanasan matahari pada waktu siang dan kesejukan di malam hari.

Mungkin juga kerana tidak makan dan minum.

Atau mungkin juga kerana terlalu sedih sangat dengan apa yang di lakukannya.

Allah Maha Agung…

sebaik Saida menghembuskan nafas terakhir,

barulah tubuhnya dapat di keluarkan.

Mayat gadis itu kemudian di sempurnakan seperti mayat-mayat lain.

Kuburnya kini di penuhi lalang.

Di bawah redup daun kelapa yang melambai-lambai,

tiada siapa tahu di situ bersemadi seorang gadis yang derhaka. 

Belasah kerana permainan

KOTA KINABALU: Gara-gara permainan Internet, seorang remaja koma apabila dibelasah tiga rakan lelakinya menggunakan kepala tali pinggang selepas berlaku perselisihan faham di sebuah kafe siber di Jalan Sulaman Central, di sini, semalam.

Dalam kejadian kira-kira jam 11 pagi, Kay Tamtali, 18, cedera parah di kepala selepas dibelasah tiga lelaki yang dipercayai tidak berpuas hati dengan permainan disertai mereka.
Difahamkan, berlaku pertengkaran mulut di antara mereka sebelum itu dan ketiga-tiga suspek yang tidak puas hati menunggu mangsa di luar kafe berkenaan.

29/11

Sebaik keluar, berlaku cabar mencabar antara mangsa dan semua suspek dan diakhiri dengan pergaduhan.
Dalam pergaduhan itu, seorang suspek melibas kepala mangsa menggunakan kepala tali pinggang, menyebabkan dia rebah dan tidak sedarkan diri.
Panik melihat mangsa terbaring berlumuran darah, semua suspek melarikan diri manakala orang ramai yang melihat kejadian itu menghubungi polis.

Timbalan Ketua Polis Daerah Kota Kinabalu, Superintendan Rowell Marung ketika dihubungi mengesahkan kejadian itu dan berkata pihaknya masih melakukan siasatan.

Sebaik tiba di lokasi, polis menemui mangsa terbaring berlumuran darah sebelum dibawa ke Hospital Queen Elizabeth (HQE) untuk rawatan, katanya.

Sumber : Harian Metro

Derita batin sampai murtad

PUTRAJAYA: Disebabkan tidak sanggup terus menderita akibat digantung tidak bertali’ selama 10 tahun, ada wanita Islam yang bukan saja berhijrah ke luar negara, malah menjadi murtad selepas berkahwin dengan lelaki bukan Islam.

Mendedahkan kes berkenaan, Penasihat Persatuan Ibu Tunggal Permai Kasih Sungai Besi, Datuk Wan Abdul Halim Wan Othman, berkata wanita terbabit yang berusia 40-an bertindak sedemikian selepas tertekan tindakan suami asalnya yang berkahwin lain dan mengabaikan nafkah zahir serta batin.


Menurutnya, wanita itu yang berkerjaya profesional mendakwa fobia dengan ‘kata dua’ suami yang mahu melihat dia menderita sehingga mati dan membiarkannya digantung tidak bertali. “Kes ini antara puluhan, malah ratusan masalah yang dihadapi ibu tunggal digantung tidak bertali yang tewas dalam perjuangan mendapatkan hak mereka mengikut yang terkandung dalam al-Quran.

“Sepatutnya golongan seperti ini dibantu. Malangnya, pada masa ini kesukaran mereka terus tidak dibela sewajarnya sehingga ada yang nekad mengambil keputusan yang salah,” katanya.


Beliau berkata, kes wanita tertekan berkenaan yang berhijrah ke luar negara dan meninggalkan Islam, amat menyedihkan, tapi ia bukan sesuatu yang aneh kerana mereka juga memiliki naluri untuk menjalani kehidupan lebih baik.


“Tetapi, mereka digantung tidak bertali dan tidak diberikan bantuan apabila diperlukan. Keadaan itu menyebabkan harapan mereka hancur terutama apabila proses di mahkamah juga tidak memihak kepada mereka,” katanya. Wan Abdul Halim berkata, kemelut yang dihadapi ibu tunggal dan wanita digantung tidak bertali ini boleh ditangani dengan baik jika pelbagai pihak memberi tumpuan terhadap permasalahan yang dihadapi golongan berkenaan sejajar apa yang terkandung dalam al-Quran.

Beliau berkata, wanita yang sudah nekad menukar agama itu individu berpendidikan yang arif mengenai hak wanita seperti terkandung dalam al-Quran dan mereka berharap undang-undang itu digunakan.


Bagaimanapun, katanya, apa yang diharapkan mereka tidak menjadi kenyataan, malah proses ‘melepaskan diri’ terlalu sukar walaupun suami sudah berkahwin baru dan sengaja mahu melihat isteri digantung tidak bertali sehingga mati.

Menurutnya, mahkamah syariah mempunyai tanggungjawab dan amanah cukup berat bagi mendaulatkan hak wanita seperti terkandung dalam al-Quran bagi memastikan golongan itu termasuk ibu tunggal dan mereka yang digantung tidak bertali diberikan keadilan sewajarnya.


“Keadilan penting bagi memastikan golongan berkenaan dibantu bagi membina kehidupan baru selain menyelamatkan mereka daripada sikap suami atau pihak tertentu yang hanya mementingkan diri sendiri.


“Kita tidak mahu ada sesetengah wanita sepatutnya mampu menjalani kehidupan sempurna, tetapi akibat dihalang pihak yang tidak bertanggungjawab, kehidupan mereka berubah ke kancah yang tidak sihat dan merosakkan masa depan mereka,” katanya.


Tanpa berselindung, beliau tidak menafikan ada ibu tunggal yang terbabit kes yang tidak sihat, tetapi jika dikaji secara terperinci ia boleh dikaitkan dengan punca yang tidak sepatutnya terjadi, termasuk tidak dibenarkan berkahwin dengan lelaki pilihan mereka.


Katanya, banyak masalah yang menyebabkan ibu tunggal itu tertekan termasuk anak yang tamak harta sehingga tidak membenarkan ibunya berkahwin lain kerana bimbang harta itu akan dimiliki pasangan baru ibu mereka.


“Sepatutnya, masalah yang membelenggu ibu tunggal dan mereka yang digantung tidak bertali boleh diselesaikan dengan baik jika lunas Islam dijadikan asas utama kerana ia sudah pasti akan memberikan satu keputusan yang adil dan saksama.


“Bukan itu saja, ia sudah pasti menyelamatkan golongan berkenaan supaya tidak melakukan tindakan tidak bijak, termasuk berfikir untuk meninggalkan agama dianuti,” katanya.

Monday, November 08, 2010

wah....dah lama xbukak bloq...hihihihi

waaahhh....lame kn...sy ad byk cite nk citekn pde kamu sume....kisah2 hidup sy...ade sedih n ade gembira..ade duke......